Puisi Agung Dwi Hardiansyah Senada langit senja bertandang
Maka kami tertawa lebar
Menyaksikan kaki-kaki langit, sambil terbang kesana
Dengan sayap yang menuntun kami
Dan kami khilaf, dan kami sesumbar
Maka ketika salah satu dari kami terjatuh,
Kami meninggalkannya
Membiarkan sayap-sayap itu kian menghitam
Karam diantara jurang pengharapan
Dan kami pun salah……
Setibanya di sana
Pintu yang melingkar terkunci
Sementra yang lain pergi
Aku mati terkunci…mana bagianku???
Maka mereka menjawab,
“Sesungguhnya bagianmu adalah…
dirimu yang pernah tertinggal
dan pintu-pintu itu biarkan aku pergi
kembali pada separuh senja, ,menjemput “aku”..
bagian perjalananku yang tertinggal

